JAKARTA (PTTOGEL) Artis sekaligus politisi Uya Kuya akhirnya mengambil langkah tegas terhadap oknum-oknum yang menyebarkan fitnah dan informasi palsu terkait dirinya di media sosial. Uya Kuya secara resmi melaporkan sejumlah akun penyebar hoaks yang menuduh dirinya memiliki 750 unit dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar burung tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan opini negatif di tengah masyarakat.
Klarifikasi Tegas Uya Kuya
Dalam keterangannya di depan awak media setelah membuat laporan di kepolisian, Uya Kuya membantah keras klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar adalah murni karangan pihak yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan menjatuhkan kredibilitasnya.
“Saya tegaskan sekali lagi, informasi saya punya 750 dapur untuk program tersebut adalah hoaks total. Satupun saya nggak punya! Saya tidak pernah terlibat dalam pengadaan tersebut, apalagi sampai memiliki ratusan unit dapur. Ini sudah keterlaluan dan fitnahnya sangat tidak masuk akal,” ujar Uya Kuya dengan nada tegas.
Alasan Menempuh Jalur Hukum
Langkah mempolisikan para penyebar hoaks ini diambil Uya bukan tanpa alasan. Ia merasa nama baiknya telah dicemarkan secara sistematis melalui narasi-narasi bohong yang seolah-olah menunjukkan adanya praktik monopoli atau keuntungan pribadi dalam program nasional tersebut.
Uya juga menambahkan bahwa diamnya selama ini justru membuat para pelaku semakin berani menyebarkan kebohongan baru. “Awalnya saya diamkan, tapi makin ke sini makin liar. Jika dibiarkan, hoaks ini bisa dianggap sebagai kebenaran oleh masyarakat. Saya ingin memberikan efek jera agar orang tidak sembarangan menyebar berita tanpa data yang valid,” tambahnya.
Proses Hukum dan Harapan
Saat ini, pihak kepolisian telah menerima laporan Uya Kuya dan mulai melakukan penyelidikan terhadap akun-akun yang teridentifikasi menyebarkan konten palsu tersebut. Para pelaku terancam dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong.
Uya Kuya menghimbau kepada netizen agar lebih bijak dalam mencerna informasi di media sosial. Ia berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk selalu melakukan kroscek atau tabayyun sebelum membagikan sebuah informasi, terutama yang menyangkut kehormatan seseorang.